Sabtu, 19 September 2015

trimakasih all :)

thank's God ... engkau telah memberi saya kesempatan berharga dan pengalaman yang begitu menakjubkan ,kesenangan,kebahagiaan,kesedihan,kekuarangan,kekuatan,kesabaran,kejujuran itulah warna-warni kehidupan disini , tantangan saat ini mampu menjadi bekal suatu saat untuk hidup yang lebih menantang di masa depan .seberapa pun umur kita ,disitulah tantangan masih ada , SKENARIO ALLAH lah YANG TERBAIK , salah satu kata-kata yang bisa  membuat saya kuat sampai saat ini, mungkin mereka melihat kita "hanya senang-senang/hanya gitu-gitu aja/enak-enakaan" tapi mereka tidak tau dibalik itu semua , ada perjuangan, dan tantanganpun tidak sedikit, tapi tantangan buat kami bukanlah musibah/masalah , tapi itu sebagian dari skenario Allah yang indah buat kami , trimakasih kawan, trimakasih ustad,ustadzah.
semoga semua ini bermanfaat bagi kita semua ..Amiin :)


Jumat, 27 Februari 2015

sebaik-baik guru adalah PENGALAMAN

 Ketika kita di pilih untuk ikut berorganisasi disinilah bukti bahwa kita diberi amanah dan kesempatan untuk menjalankan suatu pekerjaan , dan disaat itulah terkadang kia harus mengkorbankan salah satunya antara sekolah atau organisasi , memang jauh lebih penting sekolah tapi disisi lain kita harus menjalankan amanah yang telah diberikan kepada kita , berat emang kalau dirasa apalagi kalo udah H-1 acara pasti begadang,ga tidur malah,and kalo ada ulangan pasti ga semua terpelajari alias cuman baca sekilas !!
gimana kayak gitu kita gak ngeDown ,mana kita dituntut untuk hasil yang maksimal dan enggak remidi.. tapi ternyata apa ?? Alhamdulillahh ,, walaupun nilai paspasan tapi seenggaknya enggak mengulang dehh ..
selepas dari itu banyak pula kegiatan kegiatan ibu rumah tangga gitu .. misalll nih nyuci,nyetrika,nyapu gitu lahh.dan pada intinya semua itu harus pinter-pinter bisa memanage waktu . dan dalam organisasi itu penting sekali menumbuhkan rasa solidaritas dan kejujuran karena kalo tidak ada ntu berdua pastilah organisasi tersebut tidak berjalan seperti yang mereka inginkan dan akan berujung kegagalan dan kesia-siaan.
 Seperti kata pak Mario , masalah akan tetap jadi masalah ketika kita masih tetap menganggap itu adalah masalah , tapi kalo kita menganggap masalah yang datang itu sebuah tantangan maka masalah itu takkan berarti dan pasti akan selesai kok . jadi emang disini tuh kemandirian harus tumbuh dan berkembang pesat ,,kalo gak ya nanti bakal ketinggalaan saama temen2 yang emang mereka udah bangkit dan mungkin mereka yang akan sukses lebih dulu daari kita karena ketidakmandirian itu . seperti halnya kesibukan kita ,, kalo kita hanya "stay" dan tidak bergerak pasti kita tidak ada hasil dan tidak bermanfaat bagi orang sekitar kita.
  Tidak sulit untuk membagi waktu dalam semua aktifitas-aktifitas yang segudang itu , tapi memang kita harus punya niat yang kuat untuk menguatkan hati kita tapi disisi lain terkadang ada sesuatu yang bikin kita tiba-tiba ngeDown dan mungkin ga semangat lagi buat join di organisasi tersebut , mungkin bukan karena kita ato dia_nya yaang nyakitin hati tapi memang kadang tuh watak dan pemikiran seseorang itu sangatlah berbeda sehingga sering dari itu membuat perpecahan antar temen , dan setiap masalah harus diselesaikan, tidak sedikit teman kami yang mundur dari perjuangaan hidup dipondok ini dan mereka memilih untuk jalan yang jauhh lebih indah yaitu meneruskan sekolah diluar , dan melakukan aktifitas-aktifitas yang tidak pernah mereka lakukan dipondok akibatnya ilmu-ilmu yang mereka dapat tidak bermanfaat bagi mereka sendiri .
 Berakit-rakit kehulu berenag-renang ketepian ... mungkin memang sekarang kita ada dibawah dan kita harus merangkai masa depan ,tapi jangan menyerah pasti semua itu ada hasilnyadan ada hikmah dibalik semua pengalaman-pengalaman dipondok yang berharga ini . dan membuktikan pada dunia kalo kami anak pondok bisa memimpin dan merubah dunia !

Kamis, 15 Januari 2015

Sabtu, 13 September 2014

ISI HATIKU

kangen masa masa dirumah , apalagi masa masa disaat kita kumpul sekeluarga bareng gitu , ada bapak ibu bebe cis , kita ngobrol bareng bareng sambil bercandaan di depan tv sambil nonton masya , tapi sekarang suasananya udah beda ,aku dipondok .cis juga dipondok , semua terpisahkan dan semua berpencar semakin gede gede.
setiap hari aku berdoa agar aku memimpikan mereka , dan itu satu satuya pengganti aku bertemu langsung dengan mereka , terkadang aku menangis karena kenyataan yang begitu jauh seperti apa yang aku inginkan dan jauh seperti apa yang selama ini aku dapatkan .
kemandirian benar benar di butuhkan , apalagi kekuatan , harus dan wajib jadi orang pemberani disini , yang kuat menghadapi kenyataan yang terkadang memilukan .
banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan dipondok yang jauh sangat lebih berharga daripada kegiatanku dirumah yang hanya bermalas malasan bahkan terkadang aku berantem sama orang tua cuman gara gara hal yang sepele .
tapi kalo disini aku merasa lebih nyaman walaupun lebih sempit ruang lingkupku , tapi setidaknya aku bisa menjadi wanita yang lebih baik dan lebih terjaga pergaulanya , dan satu inginku ,,
aku ingin sukses dan ingin membahagiakan orang tua ku :)
dan ingin melihat mereka bahagia karena aku kelak akan menjadi orang yang hebat dan bisa menyekolahkan bebe sampai kelas tertinggi .AMIIIN :D
 

Senin, 09 Juni 2014

Sabtu, 31 Mei 2014

Horok-horok jepara


Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan kulinernya. Ada beraneka ragam jenis makanan yang tersebar dari sabang hingga merauke dan setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Jepara merupakan salah satu daerah yang mempunyai beberapa macam kuliner yang menjadi ciri khas. Akan tetapi ada makanan khas asli Jepara yang cukup langka dan sullit ditemukan di daerah lain, yaitu horok-horok.
Sebagian besar mungkin asing dengan horok-horok dan pasti bertanya-tanya, makanan seperti apa sih itu? Horok-horok merupakan makanan khas asli Jepara yang terbuat dari tepung aren, bentuknya butiran-butiran kecil menyerupai steoroform. Rasanya gurih dengan tekstur yang liat dan kenyal. Kalau masih penasaran, saya sudah sertakan gambarnya, supaya lebih jelas. Proses pembuatannya cukup rumit dan memerlukan waktu yang lama, kurang lebih selama 2 hari.  Pada awalnya, tepung aren dicuci terlebih dahulu, kemudian dikeringkan, setelah itu tepung aren disangrai. Tepung aren yang sudah kering kemudian dikukus. Setelah masak dituang dalam tempayan, kemudian diaduk menggunakan sisir. Tepung aren yang sudah dikukus tadi walaupun terlihat kenyal dan liat, akan menjadi butiran-butiran kecil menyerupai sterofoam karena proses pengadukan menggunakan sisir. Untuk menambah rasa, bisa ditambahkan sedikit garam dan dimakan sebagai campuran bakso, gado-gado, pecel atau sate kikil.

Makanan ini sudah populer semenjak era gerakan tiga puluh september yang merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh kota kelahiran Raden Ajeng Kartini. Bahan baku horok-horok yaitu tepung aren, merupakan bahan makanan yang kaya akan karbohidrat, akan tetapi miskin zat gizi lain. Hal ini karena kandungan pati yang tinggi di dalam teras batang dan proses pemanenannya. Dalam seratus gram tepung aren setara dengan 381 kalori dan mengandung karbohidrat 91,3 gram; protein 0,3 gram; lemak 0,1 gram dan serat 0,9 gram. Kalau dilihat dari nilai gizinya, kandungan kalori dan karbohidrat tepung aren setara dengan kandungan gizi beras. Oleh karena itu, horok-horok biasa digunakan sebagai pengganti nasi.
Proses pembuatan yang rumit dan lama, membuat horok-horok semakin langka dan cukup sulit untuk ditemukan. Walaupun begitu, kita masih bisa mendapatkannya di pasar tradisonal untuk menikmati kelezatannya. Harganya pun sangat terjangkau, hanya merogoh seribu rupiah kita bisa merasakan sensasi gurihnya horok-horok, biasanya disantap bersama sayur pecel. Untuk penyajiannya pun masih tradisional, dibungkus dengan daun jati. Tetapi kembali lagi pada selera masing-masing, bisa menyantap horok-horok dengan bakso, sate kikil atau yang lain. Untuk yang ingin mencicipi kelezatan horok-horok silahkan mampir ke kota ukir Jepara.  


by:murtiah
Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan kulinernya. Ada beraneka ragam jenis makanan yang tersebar dari sabang hingga merauke dan setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Jepara merupakan salah satu daerah yang mempunyai beberapa macam kuliner yang menjadi ciri khas. Akan tetapi ada makanan khas asli Jepara yang cukup langka dan sullit ditemukan di daerah lain, yaitu horok-horok.
Sebagian besar mungkin asing dengan horok-horok dan pasti bertanya-tanya, makanan seperti apa sih itu? Horok-horok merupakan makanan khas asli Jepara yang terbuat dari tepung aren, bentuknya butiran-butiran kecil menyerupai steoroform. Rasanya gurih dengan tekstur yang liat dan kenyal. Kalau masih penasaran, saya sudah sertakan gambarnya, supaya lebih jelas. Proses pembuatannya cukup rumit dan memerlukan waktu yang lama, kurang lebih selama 2 hari.  Pada awalnya, tepung aren dicuci terlebih dahulu, kemudian dikeringkan, setelah itu tepung aren disangrai. Tepung aren yang sudah kering kemudian dikukus. Setelah masak dituang dalam tempayan, kemudian diaduk menggunakan sisir. Tepung aren yang sudah dikukus tadi walaupun terlihat kenyal dan liat, akan menjadi butiran-butiran kecil menyerupai sterofoam karena proses pengadukan menggunakan sisir. Untuk menambah rasa, bisa ditambahkan sedikit garam dan dimakan sebagai campuran bakso, gado-gado, pecel atau sate kikil.
Horok-horok
Makanan ini sudah populer semenjak era gerakan tiga puluh september yang merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh kota kelahiran Raden Ajeng Kartini. Bahan baku horok-horok yaitu tepung aren, merupakan bahan makanan yang kaya akan karbohidrat, akan tetapi miskin zat gizi lain. Hal ini karena kandungan pati yang tinggi di dalam teras batang dan proses pemanenannya. Dalam seratus gram tepung aren setara dengan 381 kalori dan mengandung karbohidrat 91,3 gram; protein 0,3 gram; lemak 0,1 gram dan serat 0,9 gram. Kalau dilihat dari nilai gizinya, kandungan kalori dan karbohidrat tepung aren setara dengan kandungan gizi beras. Oleh karena itu, horok-horok biasa digunakan sebagai pengganti nasi.
Proses pembuatan yang rumit dan lama, membuat horok-horok semakin langka dan cukup sulit untuk ditemukan. Walaupun begitu, kita masih bisa mendapatkannya di pasar tradisonal untuk menikmati kelezatannya. Harganya pun sangat terjangkau, hanya merogoh seribu rupiah kita bisa merasakan sensasi gurihnya horok-horok, biasanya disantap bersama sayur pecel. Untuk penyajiannya pun masih tradisional, dibungkus dengan daun jati. Tetapi kembali lagi pada selera masing-masing, bisa menyantap horok-horok dengan bakso, sate kikil atau yang lain. Untuk yang ingin mencicipi kelezatan horok-horok silahkan mampir ke kota ukir Jepara.  :-)
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/horok-horok-kuliner-unik-khas-jepara/#sthash.1lGB7OYZ.dpuf
Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan kulinernya. Ada beraneka ragam jenis makanan yang tersebar dari sabang hingga merauke dan setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Jepara merupakan salah satu daerah yang mempunyai beberapa macam kuliner yang menjadi ciri khas. Akan tetapi ada makanan khas asli Jepara yang cukup langka dan sullit ditemukan di daerah lain, yaitu horok-horok.
Sebagian besar mungkin asing dengan horok-horok dan pasti bertanya-tanya, makanan seperti apa sih itu? Horok-horok merupakan makanan khas asli Jepara yang terbuat dari tepung aren, bentuknya butiran-butiran kecil menyerupai steoroform. Rasanya gurih dengan tekstur yang liat dan kenyal. Kalau masih penasaran, saya sudah sertakan gambarnya, supaya lebih jelas. Proses pembuatannya cukup rumit dan memerlukan waktu yang lama, kurang lebih selama 2 hari.  Pada awalnya, tepung aren dicuci terlebih dahulu, kemudian dikeringkan, setelah itu tepung aren disangrai. Tepung aren yang sudah kering kemudian dikukus. Setelah masak dituang dalam tempayan, kemudian diaduk menggunakan sisir. Tepung aren yang sudah dikukus tadi walaupun terlihat kenyal dan liat, akan menjadi butiran-butiran kecil menyerupai sterofoam karena proses pengadukan menggunakan sisir. Untuk menambah rasa, bisa ditambahkan sedikit garam dan dimakan sebagai campuran bakso, gado-gado, pecel atau sate kikil.
Horok-horok
Makanan ini sudah populer semenjak era gerakan tiga puluh september yang merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh kota kelahiran Raden Ajeng Kartini. Bahan baku horok-horok yaitu tepung aren, merupakan bahan makanan yang kaya akan karbohidrat, akan tetapi miskin zat gizi lain. Hal ini karena kandungan pati yang tinggi di dalam teras batang dan proses pemanenannya. Dalam seratus gram tepung aren setara dengan 381 kalori dan mengandung karbohidrat 91,3 gram; protein 0,3 gram; lemak 0,1 gram dan serat 0,9 gram. Kalau dilihat dari nilai gizinya, kandungan kalori dan karbohidrat tepung aren setara dengan kandungan gizi beras. Oleh karena itu, horok-horok biasa digunakan sebagai pengganti nasi.
Proses pembuatan yang rumit dan lama, membuat horok-horok semakin langka dan cukup sulit untuk ditemukan. Walaupun begitu, kita masih bisa mendapatkannya di pasar tradisonal untuk menikmati kelezatannya. Harganya pun sangat terjangkau, hanya merogoh seribu rupiah kita bisa merasakan sensasi gurihnya horok-horok, biasanya disantap bersama sayur pecel. Untuk penyajiannya pun masih tradisional, dibungkus dengan daun jati. Tetapi kembali lagi pada selera masing-masing, bisa menyantap horok-horok dengan bakso, sate kikil atau yang lain. Untuk yang ingin mencicipi kelezatan horok-horok silahkan mampir ke kota ukir Jepara.